Categories
Tips Sehat

Inilah Yang Terjadi Pada Tubuh Apabila Malas Bergerak

Kebiasaan duduk berjam – jam di depan komputer, atau nonton film sambil ngemil  membuat kita terlena. Hingga akhirnya malas beraktivitas. Fenomena ini justru terjadi pada anak muda masa kini.   Kondisi tubuh statis, kurang bergerak ternyata tidak baik untuk kesehatan.   Di mana ketika duduk tubuh statis tidak melakukan apa –apa, kondisi ini membuat metabolisme tubuh justru melambat.

Ada sejumlah bahaya yang mengintai terhadap orang yang tidak suka beraktivitas fisik dan berolahraga.  Salah satunya adalah mudah sekali mengalami peningkatan berat badan atau kegemukan.   Pasokan karbohidrat  yang tidak dipakai, oleh tubuh akan dikonversi menjadi lemak dan disimpan di sekitar pingang dan perut.

Padahal idealnya kita perlu melakukan aktivitas fisik kurang lebih tiga jam  setiap hari, untuk membakar kalori.  Apabila kurang dari itu, mengakibatkan  penurunan antibody.   Sebagaimana yang dijelaskan berikut ini adalah apa saja bahaya malas bergerak :

  • Obesitas

Kurang bergerak  salah satunya mengakibatkan kegemukan atau obesitas.   Hal ini terjadi karena pasokan kalori yang tidak dipakai oleh tubuh akan terus menumpuk sehingga menjadi timbunan lemak. Lama kelamaan lemak akan menutup permukaan jantung, sehingga mengganggu fungsi organ vital tersebut.

  • Metabolisme terganggu

Resiko kedua adalah apabila kurang bergerak  sirkulasi darah menjadi melamban, sehingga membuat metabolisme tubuh pun tidak seimbang. Sehingga tubuh gampang sakit.

  • Kurang gesit

Kurang beraktivitas diyakini dpat menurunkan kwalitas otot, membuat otot menjadi lemah. Sehingga pergerakan tubuh melamban dan kurang gesit.

  • Tekanan darah tinggi

Mereka yang tidak mau beraktivitas fisik sangat riskan terkena gangguan tekanan darah tinggi lebih besar daripada orang yang gemar olahraga. Itulah mengapa pengidap hipertensi disarankan untuk rutin berolahraga setiap hari, maksudnya untuk menjaga tekanan darah tetap normal.

  • Mudah stress

Mereka yang selalu bekerja di depan komputer ternyata tingkat stress lebih tinggi dari pada pekerja lapangan yang selalu bekerja dengan fisik.  Karena pekerjaan fisik yang menguras tenaga dan keringat akan melepaskan hormone endorphin, yang membuat perasaan hati  senang  dan bahagia.