Categories
Tips Sehat

Mengenal Anemia Dan Penyebabnya

Anemia  bukan penyakit yang asing di telinga kita.  Anemia merupakan kondisi tubuh di mana kekurang  darah merah. Sehingga membuat tubuh muda lemah dan kurang bergairah.   Penyakit ini kerap menyerang siapa pun yang  tidak mengindahkan pola makan sehat.  Penyebab timbulnya penyakit ini karena kekurangan asupan makanan bergizi. Terutama makanan yang mengandung zat besi dan vitamin B2.  Nutrisi tersebut banyak terdapat di sayuran, daging merah dan buah -buahan.

Penyakit kekurangan darah ini kerap menimpa kalangan wanita, saat datang bulan atau pasca melahirkan. Faktor lain seperti pendarahaan akibat luka dan kecelakaan pun bisa dikategorikan sebagai anemia.

Gejala Anemia

Gejala kekurangan darah dapat dengan mudah dikenali melalui visual. Berikut ini merupakan tanda –tanda umum  kekurangan darah merah.

  • Lemas

Gejala umum kekurangan darah biasanya tubuh jadi lemas,  mudah capek dan tak bergairah saat kerja atau sekolah. Selain itu juga mudah ngantuk dan tertidur saat kerja atau kuliah.

  • Tidak mampu berpikir

Ketika terserang anemia mereka kesulitan berpikir atau tak mampu berpikir lebih dalam. Jika anemia menyerang anak usia sekolah, akibatya prestasi disekolah jadi menurun.

  • Tidak punya selara makan

Gejala umum lainnya, penderita tidak punya nafsu makan.  Sehingga kondisi ini dibiarkan justru berakibat buruk bagi penderita.

  • Pusing

Tanda-tanda kekurangan darah merah dalam tubuh juga disertai dengan rasa pusing terutama bagian belakang kepala. Rasa pusing kadang muncul dan hilang sendiri tanpa diobati. Kondisi ini diakibatkan otak kurangan pasokan darah.

Tips menyembuhkan Anemia

Jika memang positif terkena anemia sebaiknya lekas ditangani agar penyakit ini tidak berkembang menjadi lebih buruk lagi.  Inilah cara ampuh mencegah penyakit anemia  yang bisa Anda coba.

  • Menambahkan makanan mengandung zat besi.

Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti bayam, kangkung, kacang polong, daging sapi , dan ikan laut.  Selain itu juga konsumsi susu segar setiap pagi, atau minimal sehari sekali.

  • Konsumsi makanan penambah darah

Perbanyak mengonsumsi makanan penambah darah seperti wortel,  tomat, labu –labuan. Makanan tersebut juga membantu menyerap zat besi lebih cepat.

  • Hindari minum teh, kopi, dan minuman fermentasi

Selama masa penyembuhan sebaiknya hentikan kebiasaan minum teh, kopi dan minuman fermentasi seperti wine, arak dan sebagainya. Karena ketiga jenis minuman tersebut ternyata bersifat menolak zat besi dalam tubuh.