Categories
Makanan Sehat

Kembang Honje Tanaman Herbal Jawa Yang Tersisihkan

Eksistensi kembang honje kini mulai dilupakan masyrakat Jawa.  Padahal tanaman ini dahulu banyak dipakai sebagai campuran penyedap masakan.  Aroma wangi yang menguar, dapat menampah cita rasa dan meningkatkan nafsu makan.

Honje merupakan bunga dari tanaman perdu,  nama populernya adalah kecombrang. Sedangkan di masyarakat Sunda menamai Honje. Sementara di Bali disebut kecincang. honje banyak dipakai di kalangan masyarakat Sunda, Jawa Tengah, Bali dan Sumatera.

Honje merupakan tanaman rempah, yang hampir semua bagian tanaman bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konsumsi maupun mengobati penyakit.   Dalam istilah latin dinamakan Etlingera elatior, tanaman ini masih satu golongan dengan tanaman rimpang lainnya seperti temu lawak, jahe, lengkuas, kunyit dan sebagainya. populasinya banyak terdapat di seluruh Indonesia. Tanaman ini hanya bisa tumbuh dengan intensitas cahaya matahari rendah, kondisi tanah subur dan lembab.

Selain dipakai untuk penyedap rasa, ternyata tanaman rempah ini juga berkasiat menjaga kesehatan dan mengobati penyakit dalam maupun luar.

Masyarakat Sulawesi Tengah meanfaatkan bagian tanaman honje untuk mengatasi panas dalam. Caranya dengan mengambil tunas muda, kemudian dipanggang di atas bara api hingga matang. Kemudian memakan isinya. Cara ini diyakini dapat mengeluarkan suhu panas dari dalam badan, dan mendinginkan perut.

Orang Batak memakai pelepah batang honje untuk membersihkan badan dan mengobati penyakit kulit seperti panus, kurap maupun gatal –gatal akibat jamur kulit.  Satu batang honje, dimemarkan dengan cara ditumbuk, hingga keluar getahnya. Dari getah ini dilulurkan ke seluruh tubuh saat mandi. Dengan kata lain getah berfungsi sebagai antiseptic dan anti jamur.

Sementara rimpang honje juga banyak manfaatnya untuk dipakai untuk membuat jamu tradisional. rimpang honje ukurannya agak besar mirip laos / galgalas.  Bagian dalam rimpang mengeluarkan aroma harum, cukup efektif untuk mengusir nyamuk di malam hari.  Dahulu orang Jawa memakai parutan rimpang, kemudian di jemur hingga kering. Selanjutnya ampas tersebut dibakar diatas bara arang. Asapnya ini bisa mengusir nyamuk keluar dari rumah.